Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki sejarah panjang tentang proses perubahan bentuk wilayah mereka. Salah satu sejarah panjang yang menyangkut wilayah tersebut adalah sejarah mengenai kerajaan Amanatun yang bagi masyarakat setempat dikenal dengan nama kerajaan Onam atau kadang disebut Tun Am-Fatumean. Kerajaan Amanatun (Onam) yang berada di Timor Tengah mungkin bisa menjadi sebuah contoh, bagaimana wilayah yang dulunya memiliki pemerintahan yang sudah mapan kemudian memutuskan untuk menggabungkan diri menjadi bagian dari negara Indonesia.
Pulau Kambing
Warna koral di pulau ini terkenal indah. Pulau kambing juga bisa menjadi tempat perhentian kapal untuk menikmati matahari tenggelam sekaligus ratusan kelalarwar yang terbang keluar dari sarang, memenuhi langit senja.
BILA berkesempatan wisata ke pulau ini, perhatikan beberapa tipsnya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dan liburan anda pun menjadi menyenangkan.
- Hindari berkunjung ke Pulau Komodo pada musim penghujan. Jalanan tanah di pulau akan menyulitkan, karena becek dan licin.
- Di pulau Komodo, tersedia semacam cafe yang disediakan pengelola. Namun jika anda ingin menikmati makan siang sebaiknya bawa makanan dari luar. Cafe hanya disediakan makanan kecil atau snack dan minuman.
- Sebaiknya usahakan agar anda tidak berdarah karena penciuman komodo yang tajam membuat ia bisa merespon bau hingga 5 km.
Nusa Tenggara Timur
Keterangan
Sejenak lupakan dulu kehidupan dan peradaban modern di Jakarta atau berbelanja di Bandung. Mulailah berpetualang di alam terbuka yang menakjubkan di NTT, karena keindahan alamnya sungguh luar biasa, keunikan budaya, kenikmatan kulinernya, keramahtamahan masyarakatnya, serta biota laut yang indah dan makhluk purba langka.
Datang ke provinsi ini seolah Anda berada di Planet yang lain. Ya! Karena di sini Anda akan menemukan hal yang benar-benar luar biasa dan mencengangkan. Dari keindahan pantainya yang menawan, kekayaan buadaya yang sangat beragam, hingga bertemu dengan hewan purba komodo.
Provinsi Nusa Tenggara Timur terdiri lebih dari 550 pulau dan didominasi beberapa pulau utama yaitu Flores, Sumba, Timor, Alor, Lembata, Rote, Sabu, Adonara, Solor, Komodo dan Palue. Pulau Timor adalah pulau utama di NTT karena jumlah populasinya yang banyak. Di Pulau ini juga terdapat ibu kota NTT yaitu Kupang.
Topografis pulau ini sangat beragam, mulai dari pegunungan, landai, hutan, laut, karang, pulau-pluau kecil yang menawan, arus berputar, gelombang yang tinggi, danau, dan sebagainya sungguh menciptakan pemandangan alam yang luar biasa. Apalagi di sini juga dilengkapi dengan wisata bahari seperti diving, fishing, surving, dan outbond.
Pulau panjang yang terbentang antara Sumbawa dan Timor ini dipenuhi gunung berapi dan pegunungan terbentang indah sejauh mata memandang.
Sejarah
Portugis telah membuat kota ini memiliki peran penting karena sebelumnya NTT merupakan tempat yang terpencil dan jarang dikunjungi pendatang. Portugis juga yang telah memberi nama Pulau Timor dan Solor.
Abad ke-17, Belanda mencoba mengambil alih namun sedikit yang telah dilakukan di wilayah ini. Setelah berabad-abad, kehidupan alam liar di sini tidak berubah sehingga cocok untuk Anda yang menginginkan petualangan di tempat yang eksotik dan alami.
Transportasi
Penerbangan regular dari Bali, Makasar, dan Surabaya menyediakan transportasi yang terbaik. Kapal laut PELNI di NTT berlayar regular dari Jakarta, Surabaya, Denpasar, Makasar, Biak, dan kota lainnya.
Masyarakat dan Budaya
Di NTT terdapat puluhan budaya, ratusan bahasa lokal, ratusan bahkan mungkin ribuan jenis tarian rakyat, puluhan sistem tatanan sosial, model pemerintahan tradisional, dan corak kain tenunan yang indah. Sungguh sebuah tujuan wisata budaya paling eksotik dan mempesona untuk Anda kunjungi!
Masing-masing daerah di NTT memiliki bahasa dan tradisi yang berbeda. Masyarakatnya dominan beragama katolik yang dipengaruhi budaya Portugis.
Upacara Pasola Jousting di Pulau Sumba adalah salah satunya yang menarik untuk Anda lihat. Pasola adalah permainan sekelompok penunggang kuda beraneka warna yang melempar lembing dari atas kuda. Upacara ini diadakan selama bulan Februari di desa Lamboya dan Kodi juga bulan Maret di Gaura dan Wanokaka. Upacara ini dimulai beberapa hari setelah bulan purnama dan bertepatan dengan perayaan nyale yaitu menangkap cacing laut di pantai oleh warga sekitar.
Alat musik khas masyarakat NTT adalah sasando, sebuah instrumen musik yang indah suaranya.
Terdapat banyak contoh warisan budaya Eropa yang kental di sini seperti perayaan Paskah di Larantuka dan lambang Kerajaan Maumere. Dahulu dikenal dengan pulau cendana, Sumba terkenal dengan kuda dan kain ikat yang indah. Sumba Barat terkenal dengan kubur batu, gubuk jerami tradisional dan juga gubuk serupa yang dibangun di atas bambu.
Kuliner
Seafood merupakan salah satu makanan utama di sini tetapi Anda juga dapat mencoba ikan air tawar gurami asam manis. Makanan khas Sasak rasanya cukup pedas. Tumis sayuran juga terkenal di sini, Cobalah plecing kangkung yang dinikmati dengan sepirirng nasi panas.
Di Kabupaten Ende Pulau Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) Anda dapat mencicipi makanan khas berupa tongkol bakar asap yang diberi kuah santan dan onde-onde singkong yang digoreng dan isi gula aren atau direbus dengan bagian luar diberi parutan kelapa.
Kantor Pariwisata
Jl. Raya El Tari 2 No. 2 Kupang 85118 Telp. (62-380) 833104, 833650 Fax. (0380) 821540,
Cr :http://www.indonesia.travel/id/discover-indonesia/region-detail/37/nusa-tenggara-timur
- Kolam Renang Baumata
Sebagai tempat rekreasi, selain terdapat Hutan Alam yang merupakan obyek wisata alam (Eco Tourist), Baumata terkenal juga dengan sumber mata air alamiah yang bersih dan segar. Saat ini Perusahaan air Aquamor yang telah mengekspor air mineralnya keberbagai daerah di NTT mengambil air dari sumber air Baumata. Demikian Juga dengan PDAM Kupang yang merupakan sumber air utama bagi Kota Kupang mendapatkan suplay air dari Sumber Air Baumata.
- Biawak
Biawak adalah sebangsa reptil yang masuk ke dalam golongan kadal besar, suku biawak-biawakan (Varanidae). Biawak umumnya menghuni tepi-tepi sungai atau saluran air, tepian danau, pantai, dan rawa-rawa termasuk rawa bakau. Di perkotaan, biawak kerap pula ditemukan hidup di gorong-gorong saluran air yang bermuara ke sungai.
Seni tenun di Nusa Tenggara Timur konon sudah ada pada masa sebelum ditemukannya serat kapas, pada masa itu masyarakat Suku Rote menenun dengan menggunakan bahan serat dari sejenis pohon palem seperti lontar dan gewang. Barang-barang yang dihasilkan dari bahan tenunan tersebut antara lain kain yang disebut lafe tei, kemudian dipakai menjadi busana sehari-hari. Setelah serat kapas masuk ke Nusantara, masyarakat Rote beralih menenun kapas. Tetapi, ada yang masih tersisa dari lafe tei hingga sekarang, yaitu topi khas Rote yaitu ti’i langga, yaitu penutup kepala yang berbentuk mirip dengan topi sombrero dari Meksiko.
Langganan:
Postingan (Atom)





